PEMAIN TERKAIT
Wearemania.net - I Gede Sukadana Pratama, sosok gelandang jangkar milik Arema Cronus yang menjalani musim kedua. Meski musim ini jumlah pertandingan lebih sedikit dibandingkan musim lalu, namun Sukadana mengalami peningkatan dari segi jumlah main.
Jika musim lalu dirinya dipercaya 1359 menit di lapangan tengah Singo Edan, maka musim ini dia mendapatkan 100 menit lebih banyak yaitu 1467 menit. Banyaknya waktu yang diberikan pelatih ini tidak lepas dari bagusnya dia dalam melakukan pekerjaan di sistem permainan yang diusung oleh Suharno dan Joko Susilo.
Sama seperti Hendro Siswanto dan Juan Revi, Sukadana ini memiliki kemampuan jelajah yang tinggi dan bisa merusak tempo permainan lawan, perbedaannya adalah segi style permainan. Pria asal Bali ini memiliki kemampuan yang baik sebagai pengumpan, tidak heran beberapa kali kesempatan umpan ke wilayah pertahanan lawan selalu menimbulkan kesulitan di kubu lawan Arema.
Meski banyak penonton terpaku dengan keindahan gaya main dari Bustomi yang seimbang dan Gustavo Lopez yang punya daya magis, Sukadana yang dimaikan untuk melakukan pekerjaan 'kotor' di lapangan tengah membuat permainan lebih hidup. Bahkan intersep yang dia lakukan punya peranan besar untuk memutus aliran serangan yang dibangun lawan, karena jebolan Persela Lamongan ini punya kemampuan yang baik untuk membaca serangan.
Di dalam sistem permainan Arema, Sukadana mampu berkolaborasi dengan tipe gelandang bertahan apapun, jika biasanya Arema menggunakan Bustomi dan Gustavo Lopez dan ditambahkan satu gelandang untuk pekerjaan angkut air, maka saat bermain dengan bola 4-3-1-2, dua pekerjaan kotor itu dia lakoni bersama Hendro Siswanto ataupun Juan Revi. Sama-sama saling melengkapi di lapangan tengah.
STATISTIK ISL 2014
Menit Bermain:1467 Menit
Main:20 kali
Cadangan:10 kali
Pengganti:5 kali
Diganti:5 kali
Gol:1 gol
Kartu Kuning:1 kali
Kartu Merah:-
STATISTIK AFC Cup 2014
Menit Bermain:319 Menit
Main:5 kali
Cadangan:2 kali
Pengganti:1 kali
Diganti:1 kali
Gol:-
Kartu Kuning:2 kali
Kartu Merah:-
MOMEN TERBAIK
Sukadana mampu mencetak satu gol saat melawan Persijap Jepara, namun bukan pertandingan itu yang membuat kami menilai permainan terbaik dia. Karena ada laga yang terjadi 25 Mei 2014 lalu. Tepatnya saat Arema didatangi Persib Bandung, pemain yang suka bercanda di luar lapangan itu bermain maksimal meski laga itu tidak bisa dimenangi oleh Arema.
Singo Edan ketinggalan dua gol saat laga memasuki menit akhir babak pertama dan menit awal babak kedua. Arema yang ingin menang kemudian memainkan empat pemain penyerang dengan formasi menyerang 4-2-4 untuk memburu gol, caranya adalah dengan memasukkan Dendi Santoso menggantikan Samsul Arif, dan Arif Suyono menggantikan Ahmad Bustomi. Tugas yang lumayan berat karena di lapangan tengah Arema hanya tersisa dua pemain yaitu dirinya dan Gustavo Lopez, karena Gustavo lebih menyerang, maka yang terjadi selanjutnya adalah dia dikeroyok oleh tiga pemain Persib yaitu Firman Utina, Taufik dan Hariono.
Meski berjuang sendiri, toh dia mampu melakukan dengan baik. Bahkan turut punya andil terciptanya gol kedua Arema. Berawal dari gerakan di kotak penalti, Vladimir Vujovic melakukan tekel keras, dia terjatuh dan penalti. Komentator televisi menyatakan dia diving, namun tidak dengan wasit. "Saya benar-benar ditekel oleh Vujovic, ini buktinya," kata Sukadana yang menunjukkan luka memarnya.
Arema berhasil menyamakan kedudukan melalui eksekusi yang dilepas Gustavo Lopez, kerja Sukadana makin ringan saat Persib memasukkan bek tambahan. Namun, meski sejumlah peluang berhasil diciptakan, Arema tetap tidak bisa menambah gol dan skor tetap berkedudukan 2-2.
MOMEN TERBURUK
Laga melawan Persib lagi-lagi membuat Sukadana bekerja lebih keras. Di menit ke-79 Gustavo Lopez berteriak kepada pelatih Arema untuk meminta diganti. Dan penggantinya adalah Sukadana. Apes, jika Gustavo mampu membuat lini belakang Persib tidak berani maju dengan kreativitasnya. Maka masuknya Sukadana yang lebih bertahan membuat Persib leluasa.
Puncaknya tiga gol tambahan dari Persib seperti membuktikan lini tengah Arema yang saat itu juga sudah kehilangan Bustomi terlihat banyak celah yang berlubang. Tiga gelandang bertahan kembar tidak kuasa membendung serangan awak Maung Bandung.

0 komentar:

Posting Komentar

 
RIZQI WEBSITE © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top