Wearemania.net - Meski perannya tak cukup menonjol di skuat Arema musim lalu, mayoritasAremania sepakat menyebut penampilan Irsyad Maulana lebih baik dari musim sebelumnya. Bahkan, potensi pemilik jersey 88 itu layak membuatnya layak disebut bintang masa depan Arema.
Jika dilihat dari menit bermainnya, musim ini Irsyad lebih banyak mendapat kepercayaan dari tim pelatih untuk merumput ketimbang musim lalu. Di tengah ketatnya persaingan di posisi sayap, pemain asli Padang itu menorehkan 379 menit dalam 12 laga.
Sayang, meski lebih banyak tampil musim ini, Irsyad tak mencetak satu gol pun untuk Arema. Kecepatannya di sisi sayap lebih sering dimaksimalkannya untuk mengirim crossing ke dalam kotak penalti lawan untuk membantu pemain Arema lainnya mencetak gol.
Sebagai pemain muda, sepertinya Irsyad harus lebih banyak lagi belajar untuk mengontrol emosinya di lapangan. Satu kartu merah yang dikoleksinya dalam laga melawan Semen Padang menjadi salah satu bukti masih labilnya emosi pemain 20 tahun ini.
| STATISTIK ISL 2014 |
| Menit Bermain | : | 379 Menit |
| Main | : | 12 kali |
| Cadangan | : | 12 kali |
| Pengganti | : | 9 kali |
| Diganti | : | 2 kali |
| Gol | : | - |
| Kartu Kuning | : | 3 kali |
| Kartu Merah | : | 1 kali (2 kali kartu kuning) |
| STATISTIK AFC Cup 2014 |
| Menit Bermain | : | 221 Menit |
| Main | : | 5 kali |
| Cadangan | : | 3 kali |
| Pengganti | : | 3 kali |
| Diganti | : | 2 kali |
| Gol | : | - |
| Kartu Kuning | : | 1 kali |
| Kartu Merah | : | - |
| MOMEN TERBAIK |
Laga Arema di kandang Persita Tangerang (13/2/2014) yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk skuat Singo Edan menjadi momen terbaik Irsyad Maulana musim ini. Meski tak mencetak gol, Irsyad mampu bermain konsisten selama 83 menit.
Catatan tersebut merupakan menit bermain paling lama dalam satu laga yang dimiliki winger spesialis sisi kiri itu. Sebenarnya banyak peluang didapatkannya sebelum digantikan Sunarto tujuh menit jelang laga bubar.
Catatan tersebut merupakan menit bermain paling lama dalam satu laga yang dimiliki winger spesialis sisi kiri itu. Sebenarnya banyak peluang didapatkannya sebelum digantikan Sunarto tujuh menit jelang laga bubar.
| MOMEN TERBURUK |
Irsyad Maulana bermain cukup baik kala dipercaya tampil melawan Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim (29/4/2014) yang notabene adalah kampung halamannya. Sayang, kartu kuning kedua yang membuatnya terusir di menit 53' mencoreng perjalanan karirnya.
Ironis, kartu merah itu didapatnya setelah terlibat pertikaian dengan pemain Kabau Sirah, Hendra Bayauw. Entah kebetulan atau bagaimana, setelah momen terburuknya itu, Irsyad jadi jarang diturunkan lagi oleh tim pelatih Arema.
Ironis, kartu merah itu didapatnya setelah terlibat pertikaian dengan pemain Kabau Sirah, Hendra Bayauw. Entah kebetulan atau bagaimana, setelah momen terburuknya itu, Irsyad jadi jarang diturunkan lagi oleh tim pelatih Arema.
0 komentar:
Posting Komentar