Wearemania.net - Mendengar nama Gustavo Fabian Lopez, otak kita akan langsung tertuju pada sosok playmaker dengan akurasi umpan mendekati sempurna. Tak heran jika penampilan gelandang asal Agentina itu di lini tengah Arema musim ini menyihir mata Aremania.
Berduet dengan Ahmad Bustomi, pemain 28 tahun itu menjadi jendral lapangan tengah Arema di 23 laga di liga domestik. Kreasi serangannya menjadi mesin pencetak gol bagi trio Beto Goncalves, Cristian Gonzales dan Samsul Arif.
Bola-bola mati selalu menjadi makanan empuk Gustavo dalam menciptakan peluang yang mengancam gawang lawan. Bahkan sebagian besar dari delapan golnya musim ini tercipta dari skema tersebut.
Sayang, teknik kelas dewa yang dimiliki pemain berambut gondrong itu bukannya tanpa cela. Kelihaiannya mengolah bola tak jarang memancing pemain lawan untuk mencederainya.
Cedera itu pula yang memaksanya absen di laga-laga krusial saat skuat Singo Edan membutuhkan daya magisnya di lapangan. Seperti ketika Arema tersingkir oleh Persib Bandung di babak semifinal.
Berduet dengan Ahmad Bustomi, pemain 28 tahun itu menjadi jendral lapangan tengah Arema di 23 laga di liga domestik. Kreasi serangannya menjadi mesin pencetak gol bagi trio Beto Goncalves, Cristian Gonzales dan Samsul Arif.
Bola-bola mati selalu menjadi makanan empuk Gustavo dalam menciptakan peluang yang mengancam gawang lawan. Bahkan sebagian besar dari delapan golnya musim ini tercipta dari skema tersebut.
Sayang, teknik kelas dewa yang dimiliki pemain berambut gondrong itu bukannya tanpa cela. Kelihaiannya mengolah bola tak jarang memancing pemain lawan untuk mencederainya.
Cedera itu pula yang memaksanya absen di laga-laga krusial saat skuat Singo Edan membutuhkan daya magisnya di lapangan. Seperti ketika Arema tersingkir oleh Persib Bandung di babak semifinal.
| STATISTIK ISL 2014 |
| Menit Bermain | : | 1903 Menit |
| Main | : | 23 kali |
| Cadangan | : | 4 kali |
| Pengganti | : | 2 kali |
| Diganti | : | 7 kali |
| Gol | : | 8 gol |
| Kartu Kuning | : | 7 kali |
| Kartu Merah | : | - |
| STATISTIK AFC Cup 2014 |
| Menit Bermain | : | 447 Menit |
| Main | : | 5 kali |
| Cadangan | : | - |
| Pengganti | : | - |
| Diganti | : | 1 kali |
| Gol | : | - |
| Kartu Kuning | : | - |
| Kartu Merah | : | - |
| MOMEN TERBAIK |
Meski tak berhasil membawa kemenangan bagi Arema, golnya ke gawang Persib yang dijaga I Made Wirawan menjadi momen terbaik Gustavo Lopez sepanjang musim ini. Lesakan yang dibuatnya empat menit jelang babak pertama berakhir bisa dibilang gol yang spektakuler.
Gol dalam laga yang berakhir dengan kekalahan Arema 3-2 itu layak disebut gol kelas dunia karena dicetak Gustavo dari tendangan sudut. Bola melengkung hasil sepakannya terbelok ke dalam gawang setelah memantul ke tanah.
Gol dalam laga yang berakhir dengan kekalahan Arema 3-2 itu layak disebut gol kelas dunia karena dicetak Gustavo dari tendangan sudut. Bola melengkung hasil sepakannya terbelok ke dalam gawang setelah memantul ke tanah.
| MOMEN TERBURUK |
Laga melawan Persib tak hanya menjadi momen terbaik Gustavo Lopez, namun juga menjadi momen terburuknya sepanjang musim 2014. Bedanya, momen buruk itu tersaji ketika Arematerdepak dari persaingan ke tangga juara di babak semifinal ISL 2014.
Playmeker Latin itu terpaksa digantikan oleh I Gede Sukadana di menit 79' lantaran cederanya lagi-lagi kambuh. Keluarnya Gustavo pun disebut-sebut sebagai salah satu faktor kekalahan 3-1 Aremamelalui perpanjangan waktu.
Playmeker Latin itu terpaksa digantikan oleh I Gede Sukadana di menit 79' lantaran cederanya lagi-lagi kambuh. Keluarnya Gustavo pun disebut-sebut sebagai salah satu faktor kekalahan 3-1 Aremamelalui perpanjangan waktu.
0 komentar:
Posting Komentar