Wearemania.net - Tak banyak waktu yang bisa diberikan kepada Jimmy Suparno untuk bermain di Arema. Namun, 68 menit dia dilapangan masih lebih bagus ketimbang pemain yang sama sekali belum mencatatkan waktu.
Perekrutan Arema atas Jimmy sebenarnya terkesan dipaksakan, dirinya dikontrak Arema saat tengah musim, dimana saat itu prestasi Arema sangat moncer. Tidak heran ketika akan memasuki pertengahan musim bos Arema menyatakan hanya mencari pemain yang sama kualitasnya.
"Kami akan mencari pemain yang kualitasnya minimal sama dengan yang sudah ada, sehingga nantinya tidak akan membuat tim goyah, kalaupun tidak ada ya tidak usah," kata Iwan Budianto.
Namun, seperti ada tekanan dari Aremania baik di dunia nyata ataupun maya yang menginginkanArema mencari bek sayap pelapis Ahmad Alfarizi membuat Arema akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Jimmy Suparno. Perekrutan yang sebenarnya tidak cukup benar dari sisi strategi.
Yup, Jimmy Suparno adalah pemain yang bagus jika dimainkan di posisi aslinya. Posisi aslinya adalah gelandang serang dari sisi sayap, dirinya punya kekuatan untuk menyerang, mengumpan, ataupun mencetak gol dari sisi kanan ataupun kiri. Tidak heran, saat dimainkan di posisi bek sayap kiri ataupun kanan oleh Gresik United, dirinya tidak berkembang.
Hal yang sama terjadi di Arema, sesaknya lini sayap Arema membuat Jimmy 'dipaksa' untuk bermain menjadi full-back. Alhasil selama di latihan terlihat dia tidak berkembang sama sekali, tidak heran bangku cadangan menjadi tempatnya secara reguler.
Padahal dari sisi penampilan, Alfarizi masih naik turun, kadang dia bagus kadang dia tidak. Namun, pelatih enggan menurunkan Jimmy karena memang secara kualitas masih kalah bagus untuk dimainkan di posisi full-back. Secara bergantina, justru seringkali Benny Wahyudi dipasang di pos kiri apabila Thierry Gathuessi ada di sisi kanan.
Perekrutan Arema atas Jimmy sebenarnya terkesan dipaksakan, dirinya dikontrak Arema saat tengah musim, dimana saat itu prestasi Arema sangat moncer. Tidak heran ketika akan memasuki pertengahan musim bos Arema menyatakan hanya mencari pemain yang sama kualitasnya.
"Kami akan mencari pemain yang kualitasnya minimal sama dengan yang sudah ada, sehingga nantinya tidak akan membuat tim goyah, kalaupun tidak ada ya tidak usah," kata Iwan Budianto.
Namun, seperti ada tekanan dari Aremania baik di dunia nyata ataupun maya yang menginginkanArema mencari bek sayap pelapis Ahmad Alfarizi membuat Arema akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Jimmy Suparno. Perekrutan yang sebenarnya tidak cukup benar dari sisi strategi.
Yup, Jimmy Suparno adalah pemain yang bagus jika dimainkan di posisi aslinya. Posisi aslinya adalah gelandang serang dari sisi sayap, dirinya punya kekuatan untuk menyerang, mengumpan, ataupun mencetak gol dari sisi kanan ataupun kiri. Tidak heran, saat dimainkan di posisi bek sayap kiri ataupun kanan oleh Gresik United, dirinya tidak berkembang.
Hal yang sama terjadi di Arema, sesaknya lini sayap Arema membuat Jimmy 'dipaksa' untuk bermain menjadi full-back. Alhasil selama di latihan terlihat dia tidak berkembang sama sekali, tidak heran bangku cadangan menjadi tempatnya secara reguler.
Padahal dari sisi penampilan, Alfarizi masih naik turun, kadang dia bagus kadang dia tidak. Namun, pelatih enggan menurunkan Jimmy karena memang secara kualitas masih kalah bagus untuk dimainkan di posisi full-back. Secara bergantina, justru seringkali Benny Wahyudi dipasang di pos kiri apabila Thierry Gathuessi ada di sisi kanan.
| STATISTIK ISL 2014 |
| Menit Bermain | : | 68 Menit |
| Main | : | 2 kali |
| Cadangan | : | 10 kali |
| Pengganti | : | 1 kali |
| Diganti | : | 1 kali |
| Gol | : | - |
| Kartu Kuning | : | 2 kali |
| Kartu Merah | : | - |
| STATISTIK AFC Cup 2014 |
Tidak didaftarkan
| MOMEN TERBAIK |
Tidak mendapatkan tempat, muka Jimmy seringkali murung di luar ataupun di dalam lapangan. Wearemania sendiri menyatakan jika momen yang ditunggu Jimmy adalah kontraknya habis diArema dan dia ingin segera pergi.
"Saya sudah pamitan kepada manajemen, karena memang kontrak saya sudah habis," katanya sebelum pergi dari Arema.
"Saya sudah pamitan kepada manajemen, karena memang kontrak saya sudah habis," katanya sebelum pergi dari Arema.
| MOMEN TERBURUK |
Jimmy dimainkan di posisi full-back saat di Gresik. Kondisi yang mambuat dia tidak bisa maksimal. Saat di Arema, dia berharap ada perbedaan. Namun, nyatanya dia dimainkan di tempat yang sama dan tidak berkembang.
0 komentar:
Posting Komentar