Wearemania.net - Tak ada yang memungkiri bahwa salah satu pemain yang berperan besar dalam kesuksesan Arema menembus semifinal Indonesia Super League 2014 musim ini adalah Kurnia Meiga Hermansyah.
Kiper kelahiran Jakarta, 4 Mei 1990 ini terus menunjukkan kedewasaan dan kematangan dalam permainannya di bawah mistar gawang. Arema pun bisa dibilang sangat bergantung dengan kiper timnas Indonesia tersebut. Tengok saja menit bermain yang dia catat bersama Singo Edan yang mencapai 2053 menit dan tampil dalam 23 laga.
Kepemimpinannya di lini belakang dan kepercayaan para pemain lain kepadanya, membuat namanya didapuk menjadi wakil kapten Arema musim ini setelah Ahmad Bustomi.
Selain memiliki kelebihan dengan refleks, pintar membaca permainan, tangguh di duel-duel udara, serta memiliki kepercayaan diri tinggi, Kurnia Meiga juga terkadang masih memiliki jiwa muda yang meledak-ledak. Terutama saat lini pertahanan tampil buruk, atau saat membela rekan setimnya dari intimidasi lawan.
Kiper kelahiran Jakarta, 4 Mei 1990 ini terus menunjukkan kedewasaan dan kematangan dalam permainannya di bawah mistar gawang. Arema pun bisa dibilang sangat bergantung dengan kiper timnas Indonesia tersebut. Tengok saja menit bermain yang dia catat bersama Singo Edan yang mencapai 2053 menit dan tampil dalam 23 laga.
Kepemimpinannya di lini belakang dan kepercayaan para pemain lain kepadanya, membuat namanya didapuk menjadi wakil kapten Arema musim ini setelah Ahmad Bustomi.
Selain memiliki kelebihan dengan refleks, pintar membaca permainan, tangguh di duel-duel udara, serta memiliki kepercayaan diri tinggi, Kurnia Meiga juga terkadang masih memiliki jiwa muda yang meledak-ledak. Terutama saat lini pertahanan tampil buruk, atau saat membela rekan setimnya dari intimidasi lawan.
| STATISTIK ISL 2014 |
| Menit Bermain | : | 2309 Menit |
| Main | : | 26 kali |
| Cadangan | : | - |
| Pengganti | : | - |
| Diganti | : | 2 kali |
| Gol | : | 5 gol |
| Kartu Kuning | : | 5 kali |
| Kartu Merah | : | - |
| STATISTIK AFC Cup 2014 |
| Menit Bermain | : | 630 Menit |
| Main | : | 7 kali |
| Cadangan | : | - |
| Pengganti | : | - |
| Diganti | : | - |
| Gol | : | - |
| Kartu Kuning | : | 1 kali |
| Kartu Merah | : | - |
| MOMEN TERBAIK |
Mendapatkan tekanan dari publik tuan rumah Semen Padang 29 April, hingga satu tendangan penalti ditimpakan kepada Arema. Namun Meiga tetap tenang dan membuat Arema menang. Selain itu Meiga musim ini juga mencatat banyak cleansheet.
| MOMEN TERBURUK |
Ada dua momen mungkin yang menjadi momen terburuk Kurnia Meiga musim ini. Yang pertama adalah saat dirinya mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI karena dinilai melakukan provokasi kepada supoerter Semen Padang saat Arema bermain di Stadion Haji Agus Salim, 29 April lalu. Akibat sanski tersebut, Kurnia Meiga dilarang bermain di dua laga dan denda 50 juta rupiah.
Yang kedua, adalah saat bertandang ke markas Persipura Jayapura di babak 8 besar ISL 2014, pada 21 Oktober lalu. Insiden terjadi pada sekitar menit 82. Bermula dari bentrok yang terjadi antara bek Persipura, Ruben Sanadi, dengan gelandang Arema, Dendi Santoso, kedua pemain tersebut terlibat saling pukul dan tendang di tengah lapangan.
Peristiwa ini membuat kedua kubu saling bereaksi. Kurnia Meiga datang dengan maksud melerai pertikaian antara Ruben Sanadi dan Dendi Santoso, namun dihalangi oleh pemain Persipura, Dominggus Fakdawer. Kiper Timnas Indonesia itu pun tampak mendorong Dominggus Fakdawer hingga terjatuh.
Tak pelak, Kurnia Meiga mendapat serbuan dari beberapa orang dari pihak tuan rumah. Yang mengejutkan, salah seorang panitia pertandingan (LOC) Persipura, terlihat mencengkeram leher Kurnia Meiga.
0 komentar:
Posting Komentar